Linguistik Merupakan Sebuah Ilmu karena Memenuhi Tiga Landasan Ini

Dalam kacamata filsafat ilmu pengetahuan menurut Jujun Suriasumantri dalam bukunya Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar, sebuah ilmu harus memiliki tiga landasan, yaitu landasan ontologis, landasan epistemologis, dan landasan aksiologi. Linguistik sudah memenuhi ketiga landasan tersebut sehingga layak disebut sebagai sebuah ilmu.

Landasan Ontologis Linguistik

Landasan ontologis menuntut linguistik memiliki objek kajian. Objek kajian ada dua macam, yaitu objek formal dan objek material. Objek formal linguistik adalah bahasa dan objek materialnya adalah satuan kebahasaan.

Objek kajian primer linguistik adalah bahasa lisan, sedangkan objek sekundernya adalah bahasa tertulis. Dewasa ini mulai dikaji pula bahasa isyarat dalam perspektif linguistik.

Objek kajian linguistik dibedakan menjadi dua menurut dikotomi Saussure, yaitu langue dan parole. Langue adalah sistem suatu bahasa yang disepakati dan dianut oleh para penuturnya sehingga para penggunanya dapat menggunakan bahasa secara komunal. Parole adalah realisasi individual suatu bahasa dari para penutur bahasa. Konsep ini dipengaruhi oleh teori fakta sosial dari Emile Durkheim. Fakta sosial dapat dipahami sebagai kenyataan berupa kesepakatan bersama yang mengikat perilaku masyarakat yang menyepakatinya.

Landasan Epistemologis Linguistik

Landasan epistemologis menuntut linguistik memiliki pendekatan dan metode. Pendekatan tersebut adalah pendekatan struktural (formalisme) dan fungsional (fungsionalisme). Linguistik formalisme berkaitan dengan struktur internal bahasa atau tentang bentuk bahasa. Kajian formalisme tidak melibatkan konteks. Linguistik fungsionalisme berkaitan dengan struktur eksternal bahasa atau tentang penggunaan bahasa. Kajian fungsionalisme melibatkan konteks.

Metode adalah cara yang sistematis untuk menemukan kebenaran ilmiah. Metode didukung oleh alat, yaitu teori. Teori adalah konsep-konsep atau kerangka berpikir yg sudah terbukti kebenarannya.

Linguistik sudah memiliki metode penelitian yang khas. Buku tentang metode linguistik berbahasa Indonesia yang komprehensif berjudul Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa karya Sudaryanto yang edisi revisinya diterbitkan oleh Sanata Dharma University Press.

Landasan Aksiologis Linguistik

Landasan aksiologis menuntut linguistik memiliki hasil dan manfaat. Hasil kajian linguistik adalah kebenaran bahasa. Kebenaran tersebut berupa deskripsi tentang struktur dan penggunaan bahasa. Deskripsi tersebut menghasilkan sebuah kaidah, baik struktur dan penggunaanya.

Kaidah struktur kebahasaan dimanfaatkan untuk menyusun produk kebahasaan, yaitu tata bahasa dan kamus. Kaidah penggunaan bahasa dimanfaatkan untuk membuat pedoman penggunaan bahasa dalam komunikasi.

Selain deskripsi tentang struktur dan penggunaan bahasa, hasil kajian linguistik mutakhir juga berupa deskripsi tentang ideologi dan praktik kekuasaan dalam berbahasa. Hasil deskripsi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membongkar ketidakadilan dalam praktik berbahasa dan mengusulkan solusi atas ketidakadilan tersebut. Berkaitan dengan hal tersebut P. Ari Subagyo dalam disertasinya mengenai wacana tajuk tetang terorisme mengatakan, linguistik tidak hanya berkaitan dengan word order (tata kata), melainkan juga world order (tata dunia).

Penulis: Sony Christian Sudarsono | Editor: Benedikta Haryanti

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*